shidiq

seseorang yang berusaha untuk hidup

proses 3 menit baca

Proses Hari ke 100

Yui Hirasawa

Sampai juga ke hari 100. Sebuah pencapaian kecil yang mesti dirayakan. Jadi inget clip mas Pandji Pragiwaksono di Marapthon.

Untuk mendapatkan hal-hal besar itu sulit, apalagi di New York (Karena dia tinggal disana). Untuk menjaga kewarasan sebaiknya jika mendapatkan pencapaian-pencapaian kecil, rayakanlah.

Kurang lebih seperti itu yang saya tonton saat scrolling facebook.

Untuk hari ke 100 ini, saya juga bingung perayaan semacam apa yang mesti saya lakukan. Apa tidur lebih lama? Apa makan enak? Apa beli sesuatu?

Yang saya pikirkan hanyalah, untuk membuat refleksi selama perjalanan ini. Dan selanjutnya adalah untuk merayakan pencapaian ini.

Ada beberapa hal yang perlu saya perbaiki dalam melakukan pembelajaran ini. Mengingat goals awal itu untuk mendapatkan penghasilan di akhir tahun setidaknya $1k USD. Teryata path ini sulit untuk dilakukan (sepertinya yang lain juga seperti itu).

Sistem pembelajaran

Saya rasa pembelajaran yang digunakan dalam 100 hari ini, hanya bertujuan untuk menggugurkan kewajiban belajar saja. Sebenarnya tidak apa-apa, namun jika ingin mengerjar goals awal tadi diperlukan sistem pembelajaran yang lebih baik lagi, agar belajarnya lebih intensif.

Karena itu diperlukan jadwal pembelajaran yang komprehensif. Setelah semalaman dengan claude diskusi, hasil akhirnya seperti itu.

Jadwal Pembelajaran

Jadwal Pembelajaran

Struktur Pembelajaran

Sepertinya untuk ini saya harus belajar di luar rumah, mencari tempat yang nyaman untuk belajar. Jika dirumah terlalu banyak distraksi. Namun terdapat masalah lainnya yaitu pengeluaran dalam jangka panjangnya. Setidaknya perlu keluar 30rb per hari. Jika dihitung dalam sebulan itu 900rb. Untuk kondisi sekarang tidak worth it.

Mungkin setidaknya 1 - 3 kali seminggu untuk belajar di luar rumah. Sisanya belajar dirumah.

Handphone

Handphone menjadi salah satu distraksi terbesar dalam pembelajaran ini. Akses terhadap sosial media, facebook, instagram, youtube, x (twitter). Apalagi konten short dan reels. Sangat sekali memakan waktu. Saya sangat sering mendengarkan bahwa video pendek itu memberi dopamine yang kuat. Jika berkaca terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar, itu benar. Gila si.

Rasa Sabar

Salah satu menjadi perhatian itu adalah kesabaran dalam prosesnya. Sepertinya sangat sulit untuk sabar dalam waktu belajar, ingin mencapai goals secepat mungkin. Tapi itu semua perlu waktu yang harus dilalui. Serperti naik gunung kita tidak bisa teleport langsung kesana, perlu mendaki selangkah demi selangkah hingga sampai puncak. Memang mengesalkan namun kenyataannya seperti itu. Itu harus diterima dengan lapang dada.

Hal ini berlawanan arah dengan kondisi hari ini yang menuntut sesuatu yang sangat cepat. Ingin cepat sukses, ingin cepat kaya, ingin cepat mendapatkan segalanya. Padahal semua itu perlu proses yang harus dilalui.

AI

Penggunaan Ai hari ini semakin menggila. Bahkan saya sendiri melakukan hal itu. Saat ini saja saat saya sedang mengetik ini dibantu dengan autocompletion dari Antigravity. Betapa ironinya.

Salah satu hal yang yang pikir adalah proses berpikir kritis lama-kelamaan akan hilang. Ini sudah saya rasakan belakangan. Bahwa hal saya harus bisa membedakan mana saat penggunaan AI dan juga mana saat berpikir kritis.

Sepertinya hanya itu saja untuk haru ke 100, itulah yang saya pikiran. Mungkin, nanti saya akan makan ramen dan nonton film untuk merayakannya..

Untuk lanjutan foundry sepertinya akan saya lanjut penulisannya besok. Disatukan dengan hari besok penulisannya.

© 2026 Shidiq. All rights reserved.